Penanganan Trypophobia yang Tepat Jika Mengalami Gejalanya

Apakah Anda merasa takut atau jijik ketika melihat kumpulan lubang kecil atau berongga? Jika objek tersebut bergerak, apakah rasa takutnya akan bertambah? Jika memang merasa takut, jijik, bahkan panik setelah melihat objek nyata atau visualisasi tersebut berarti kemungkinan Anda mengalami trypophobia. Memang, kepastiannya bisa dicek lebih lanjut dan terdapat upaya penanganan khusus terhadap pengidap fobia ini.

  • Memahami Ketakutan yang Dirasakan

Setiap hal pasti ada alasannya, termasuk rasa takut atau cemas terhadap kumpulan lubang kecil atau yang berongga. Ketakutan semacam ini tentu bisa dirasakan dan disadari oleh pengidapnya. Apakah Anda termasuk salah satunya? Dilansir dari id.wikihow.com, orang yang menderita trypophobia mempunyai rasa takut irasional pada objek yang mempunyai banyak lubang.

Contoh benda yang dapat memicu fobia ini di antaranya adalah spons, sarang lebah, bunga teratai, romgga pada kayu, buah delima, busa, atau cokelat yang diaerasi. Penderita trypophobia akan mengalami rasa tidak nyaman dan cenderung takut dan jijik saat berhadapan dengan pemicunya tersebut. Dengan memahami perasaan takutnya tersebut, pengidap fobia bisa mengenal dirinya sendiri bahwa memang mempunyai rasa takut pada kumpulan lubang kecil atau berongga. Hal ini memudahkan penanganan trypophobia yang dialami.

  • Menyadari Setiap Gejala yang Dirasakan

Ketakutan yang dialami selepas melihat sumber fobia di atas memang bisa berbeda-beda sesuai dengan respons tubuh dan tingkat keparahan dari fobia yang dialami. Kuat atau tidaknya gejala yang timbul ini juga dipengaruhi oleh seberapa kuat sugesti yang dimiliki pengidapnya itu sendiri. Selain merasa takut, jijik, dan panik, pengidap trypophobia bisa mengalami gejala lainnya yaitu merinding, berkeringat, mual, muntah, bahkan detak jantung berdebar lebih kencang.

Semua gejala tersebut dapat melancarkan penanganan pengidap trypophobia karena bisa dijadikan pengakuan dalam tahap diagnosis fobia. Pemaparan tentang gejala yang dirasakan tersebut juga sangat berguna dalam tahap terapi pemaparan yang dilakukan berulang selama periode waktu tertentu demi melawan rasa takut atau cemas pada sumber fobianya tersebut.

  • Mengidentifikasi Pemicu Trypophobia

Beberapa orang yang disebut terapis dapat menelusuri trypophobia yang dimiliki seseorang sampai pada suatu kejadian, yang semua itu dapat membantu memahami dan mengatasi ketakutan pengidap fobia dengan melihat responsnya terhadap sumber fobia. Dengan menyadari pemicu rasa takut dan timbulnya gejala rasa takut atau panik, pengidapnya bisa menyadari mengapa semua itu muncul. Cara inilah yang bisa mengetahui apa sebenarnya penyebab rasa takut atau jijik tersebut.

  • Melakukan Pemeriksaan Diagnosis

Untuk mengidentifikasinya lebih lanjut dan tepat, terapi pemaparan dilakukan sebagai upaya penanganan trypophobia. Dalam terapi ini, pengidap fobia akan dihadapkan pada visualisasi objek yang semakin nyata sesuai dengan kemampuan setiap pasien. Terapis akan mengamati respons pasien setelah melihat sumber fobianya. Terapis akan menganalisis reaksi tersebut sekaligus bertanya pada pengidapnya mengenai bagaimana perasaannya saat melihat hal yang ditakutinya tersebut. Rangkaian inilah yang dilakukan untuk mendiagnosis trypophobia beserta penyebabnya sekaligus.

  • Melakukan Terapi Pengobatan

Penanganan trypophobia juga berlanjut pada pelaksanaan terapi pengobatan. Selain melakukan terapi pemaparan seperti di atas secara berulang, terapis juga akan menerapkan terapi lain, yaitu terapi perilaku dan terapi relaksasi. Banyak hal yang perlu diikuti oleh pengidapnya agar bisa segera mengurangi ketakutannya pada sumber fobianya dan kembali hidup tenang. Melakukan banyak kegiatan menyenangkan juga menjadi pilihan terbaik dalam menghilangkan rasa takut atau cemas setelah menjalani terapi melawan fobia.

Berbagai upaya penanganan trypophobia di atas sangat perlu dilakukan demi mendapatkan kesembuhan atas fobia yang dialami. Setidaknya, pengidapnya bisa lebih tenang dalam menghadapi rasa takutnya terhadap kumpulan lubang kecil atau yang berongga ketika tidak sengaja melihat atau menemukannya.

 

Sumber artikel:

id.wikihow.com

www.halodoc.com

doktersehat.com

 

Sumber gambar:

hellosehat.com

www.alodokter.com

lifestyle.okezone.com

 

Read More
Kesehatan