Sudah berapa banyak makanan khas Betawi yang Anda cicipi selama ini? Barangkali menu yang Anda cicipi adalah salah satu dari sekian banyak makanan tradisional Betawi. Saat ini kuliner Betawi tersebar di berbagai penjuru. Hampir di setiap kota besar Indonesia terdapat menu-menu tradisional yang berasal dari Betawi.

Saking banyaknya Anda harus mencoba menu lainnya di lain waktu. Kerak telor, soto, dan semur jengkol barangkali adalah jajaran menu yang ada di list Anda saat ini. Beruntungnya Anda bisa dengan mudah menemukan berbagai menu masakan tradisional tersebut. Tidak terbatas pada waktu dan tempat.

Tidak hanya menu lezat di atas yang berasal dari Betawi lho, sebab masih ada asinan yang menjadi makanan khas Betawi. Selama berada di tanah air Anda akan menemukan beberapa jenis asinan. Namun, Anda wajib mencicipi menu yang satu ini. Asinan dari Betawi terkenal dengan kesegarannya, siamak ulasan di bawah ini!

Asinan Betawi Dimasak Secara Khusus

Sajian menu makanan dari berbagai daerah di tanah air memiliki karakteristiknya masing-masing. Setiap menu tersebut dimasak dengan menggunakan berbagai teknik. Bahkan dari teknik tersebut sebuah hidangan yang sangat lezat didapat. Tidak jarang para penjual asinan Betawi memiliki proses masak yang bervariasi. Demi menghasilkan asinan segar resepnya bisa menjadi rahasia.

Asinan sendiri adalah salah satu makanan khas Betawi yang melegenda sejak lama. Secara umum asinan identik dengan menu makanan yang dimasak dengan menggunakan teknik tertentu. Dalam hal ini cara pengacaran bisa menjadi modal utama untuk menghasilkan asinan yang segar. Selain itu, ada proses pengasinan yang melengkapi langkah memasak menu asinan.

Pengasinan pada masakan asinan Betawi dilakukan dengan menggunakan garam. Ada juga yang menggunakan teknik pengasaman cuka. Sementara itu bahan-bahan yang diacarkan meliputi beragam jenis sayuran dan buah-buahan. Meski namanya asinan bukan berarti rasanya sangat asin. Penamaannya dipilih dari proses pengasinan bahan-bahan yang digunakan untuk acar.

Sebagian lainnya menyebut istilah asin mengacu pada langkah pengawetan. Caranya ialah dengan merendam buah dan sayur dalam larutan garam dan air. Bila dilihat makanan khas Betawi ini sangat mirip dengan rujak. Namun karakteristik yang menonjol adalah pada proses penyajiannya. Asinan dihidangkan setelah melalui pengasinan, sementara rujak dimakan saat masih segar.

Resep Asinan Betawi Didapat Turun Temurun

Memasak masakan tradisional memang bisa dipelajari. Bahkan Anda yang saat ini belum bisa memasak sekalipun akan dapat menghasilkan santapan yang lezat setelah belajar. Begitupula dengan kuliner asinan khas Betawi. Menu tersebut sudah menjadi warisan nenek moyang yang tidak akan dilupakan. Dahulu, koki asinan Betawi memiliki resep sendiri.

Resep dari nenek moyang kemudian diturunkan pada anak cucu. Beberapa diantaranya menambahkan citarasa modern. Tujuannya adalah rasa masakan bisa dinikmati generasi sekarang. Namun, jangan khawatir karena masih ada penjual yang mempertahankan resep makanan khas Betawi dari para pendahulunya. Perubahannya biasanya hanya terlihat pada penyajiannya saja.

Barangkali inilah yang menjadikan asinan tetap segar. Resep kuliner asinan yang terjaga membuktikan bahwa, menu tersebut masih diminati banyak orang. Apalagi bila asinan terasa sangat segar meski melalui proses pengasinan menggunakan cuka maupun garam. Isi menu yang lengkap seperti timun, tauge, lobak, kol, sawi asin dan tahu melengkapi segarnya asinan.

Jadi, demikianlah rahasia kuliner asinan yang tetap segar. Racikan masakan perpaduan budaya Betawi dan Cina ini cocok menjadi hidangan makan siang Anda. Kebanyakan orang memberikan sambal kacang dan gula merah leleh di atasnya. Anda juga dapat menyantap makanan khas Betawi dengan kerupuk mie kuning dan kacang goreng sebagai pelengkap tersebut.

Keyword: makanan khas Betawi

Deskripsi: Rahasia makanan khas Betawi asinan tetap segar terletak pada proses pengasinan sayur dan buahnya serta resep yang diturunkan dari nenek moyang.

Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*